Distorsi Ruang dan Waktu

10:00 PM Terra Qoriawan 0 Comments


Kepada Spica,
di ruang dan waktu yang berbeda.

Aku menikmati setiap detik pertemuan kita. Baik saat kita bertemu di sunyi malam itu, di tengah aliran sungai itu, juga ketika matahari turun ke cakrawala di pinggir konstelasi perkotaan.

Aku menikmati setiap nebula perbincangan kita, suaramu masih selalu terngiang dalam setiap debu-debu kosmikku.

Seandainya kita berfusi termonuklir, aku yakin supernova terdahsyat akan terjadi.

Sayangnya, teori relativitas umum gravitasi tidak mendukung hal tersebut.

Bahkan cahaya terangku tak akan mampu menggapai hangat tubuhmu, sebab terdapat lubang hitam supermasif yang mendistorsi ruang dan waktu kita.

Itu benar.
Seandainya aku terlahir lebih awal, aku pasti telah memelukmu kini.

-Sirius.

0 comments:

Diharapkan komentar yang membangun