Hidup HARUS Dibuat Susah!

5:11 PM Terra Qoriawan 1 Comments


Kita sering mendengar dan melihat kalimat yang berbunyi "Hidup jangan dibuat susah" baik itu dalam keseharian, artikel, opini, atau dari post media sosial milik teman. Namun saya pribadi merasa ada yang salah dengan kalimat tersebut. Jika tidak ada orang yang mau susah, akan jadi seperti apa dunia ini?

Sekarang perhatikan sekeliling anda. Cobalah amati benda-benda di sekitar anda, benda-benda di sekitar saya sekarang terdapat seperangkat komputer, meja kerja, kursi, bola lampu, lantai, lemari, tempat tidur, televisi, jendela, pintu, buku, kertas dan tentu saja rumah. Sekarang pikirkan benda-benda hasil peradaban manusia tersebut tentu dalam proses penciptaannya dibutuhkan pemikiran panjang, proses yang lama dan effort para manusia yang mau susah. Pernah mendengar benda yang bernama bola lampu? Benda tersebut diciptakan oleh Bapak Thomas Alva Edison. Beliau muncul dalam sebuah surat kabar di Amerika Serikat dengan judul berita "Setelah 9.955 kali berhasil menemukan lampu yang gagal menyala, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala". 9.955 kali! Jika Bapak Thomas tidak mau susah-susah mengulangi percobaannya hingga yang ke-9.956 kalinya, bayangkan dunia sekarang yang gelap gulita, minim penerangan.

Sekarang mari kita lakukan case study lebih lanjut. Steve Jobs, produk-produknya terkenal original. Sebagai pendiri Perusahaan Apple Computer, beliau drop out kuliah dari Reed University, Portland, Oregon setelah hanya enam bulan menghadiri kuliah karena merasa tidak memiliki tujuan. Lalu bersama Steve Wozniak mendirikan Perusahaan Apple Computer di garasi rumahnya, dengan menjual mobil Volkswagennya dan Wozniak menjual Kalkulator Sains tercintanya. Mereka berkorban. Mereka mau susah. Jika Jobs tidak mau susah, beliau bisa saja lulus dari Reed University dengan predikat cum laude, mencari kerja di IBM atau Microsoft, punya mobil dan rumah yang dibayar secara kredit, hidup seadanya dengan keluarganya yang sederhana. Hidup yang mudah. Tapi Jobs menolak hidup dengan mudah. Jobs memilih hidup susah. Penuh resiko. Beliau memilih tidak nyaman dan tidak mudah. Memilih hidup di bawah tekanan. Yang pada akhirnya kini telah melahirkan produk-produk inovatif seperti iPhone, iPad dan iPod. Kekayaannya mencapai 8.000.000.000 USD (lebih dari 100 trilyun rupiah!). Semua itu didapatnya dengan hidup susah.

Selanjutnya creativepreneur lainnya yang bergerak di bidang inovasi, kita mengenal Bill Gates, Mark Zuckerberg, lalu dari Indonesia kita punya Purdi E. Candra, Bob Sadino, Yoris Sebastian. Dari sekian contoh tersebut, semuanya memilih hidup susah. Mereka memilih membuat kerja daripada mencari kerja. Selain dari kalangan pengusaha, contoh lain kita punya Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Michael Jordan, Paul Mccartney dan masih banyak lagi. Mereka mau berlatih, menghabiskan waktunya untuk latihan sepanjang hari, mereka memilih hidup susah untuk berlatih sepanjang hari.

Prinsip hidup ingin mudah, ingin nyaman, ingin tidak neko-neko, ingin aman adalah prinsip hidup pecundang. Di dunia ini kita harus berinisiatif membuat pembaharuan. Bagaimana bisa sukses jika takut gagal? Takut susah? Kalimat "No pain no gain" saya rasa lebih relevan terhadap kondisi Indonesia ini. Indonesia ini bangsa yang ngawur. Ingin semuanya enak, ingin pendidikan gratis, ingin biaya kesehatan gratis, ingin harga bahan makanan turun, ingin hidup menjadi mudah. Tapi sekalinya harga BBM naik, semua protes. Maka saya tekankan bahwa no income no outcome. Bagaimana pemerintah dapat memberi layanan serba gratis apabila bahan bakar masih terus disubsidi? Apakah pemerintah harus berhutang? Saya sangat tidak habis pikir dengan mental masyarakat Indonesia yang demikian. Semua ingin aman, nyaman, mudah, gratis, tapi tidak mau berkorban. Yang demikian adalah mental pecundang, mental penyerah, mental tidak mau susah.

Maka dari itu, saya sebagai penulis ingin menyampaikan nilai dari tulisan ini. Yaitu hidup HARUS dan WAJIB dibuat susah. Hidup ini hanya sekali, maka manfaatkanlah waktu hidupmu untuk bersusah-susah. Terdapat pula peribahasa klasik yang sangat terkenal, "Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian." Di situ sudah jelas tertera filosofi nenek moyang kita bahwa kita harus bersusah payah terlebih dahulu baru bersenang-senang kemudian.

Akhir kata,
"Mulai dari sekarang persulitlah hidupmu. Buat terobosan-terobosan baru, buat hal-hal unik, cobalah keluar dari zona nyaman, mulailah suatu proyek bersama orang-orang terdekatmu. Perlahan-lahan anda akan merasakan perbedaannya." - Terra Qoriawan

1 comment:

  1. menarik mas, terima kasih sudah mengingatkan. Karena akhir-akhri ini saya pusing dan malas mau ngapain..

    ReplyDelete

Diharapkan komentar yang membangun