Uninstall Saja Medsos Dari Hidupmu!
Ada saja masalah dalam hidup ini yang datang hanya dari kata-kata dalam Media Sosial. Ada saja masalah dalam hidup ini membesar karena kesalahan tulisan di Instant Messaging. Ada yang terlibat bullying akut sampai bunuh diri akibat tindak laku di medsos. Ada yang diperkarakan, dipenjarakan karena pilihan aksara tidak sesuai.
Orang saling membenci, orang saling mendengki, organisme kompleks bernama manusia kini hidup terpaku. Pada satu layar. Layar sebesar 5 inci. Jauh menjadi dekat, dekat menjadi jauh. Bahkan bertamu ke rumah orang pun harus konfirmasi lewat medsos dulu. Semua seakan semu. Kebahagiaan yang semu, etika semu. Senyuman pun sekarang hanya diwujudkan lewat simbol :) saja. Kepopuleran menjadi teoritis. Hanya berdasarkan jumlah followers saja.
Medsos kini menjadi gaya hidup. Gaya hidup konsumerisme. Kita sering menyia-nyiakan waktu, hanya untuk melihat timeline medsos. Sering menghamburkan uang membeli barang mahal hanya untuk difoto untuk dipamerkan di medsos. Kita kerap terpengaruh teman-teman yang memamerkan barang miliknya, sehingga kita merasa malu jika tidak memilikinya. Yang seperti ini lah yang dimanfaatkan para kapitalis. Mereka pemilik modal senang memanfaatkan ads di dalam medsos. Sadar tidak sadar, kita telah menjadi pasar worldwide bagi mereka. Apalagi dengan mental pamer kita, memudahkan bisnis kaum kapitalis karena pasar mereka kemudian masih mendapat link ke teman-teman pelanggan mereka yang pamer.
Media Sosial juga membuat seseorang berada di dunia impiannya, di Utopianya. Hal ini membuat medsos menjadi candu. Medsos membuat suasana meja makan keluarga tidak bersahabat karena sibuk dengan gadget mereka sendiri. Membuat liburan keluarga kadang kurang bermakna karena sibuk berfoto dengan gadgetnya sendiri-sendiri. Membuat bermain bersama teman-teman tidak se-asyik dulu karena kini istilah 'bermain' didefinisikan sebagai 'berkumpul di suatu tempat sambil mengoperasikan gadget masing-masing'.
Tidak hanya membuat sikap konsumerisme, medsos dan Instant Messaging juga kerap kali membuat kita salah paham dan miskomunikasi dengan lawan bicara. Ini dikarenakan indera yang kita gunakan dalam chatting hanya dua, visual dan audio, mata dan telinga saja. Sering kita chatting santai tetapi ditangkap sedang marah oleh lawan bicara, atau sebaliknya. Itu saja masih sangat terbatas. Kita tidak bisa melihat raut wajah (kecuali melalui video call), kita tidak bisa merasakan suasana hati mereka hanya lewat tulisan, yang bahkan tambah kacau lagi karena orang Indonesia tidak biasa memakai grammar dan struktur yang baik.Karena itu lah, sering terjadi di masyarakat konflik-konflik yang muncul akibat salah paham oleh perkataan lawan chatting.
Lebih lanjut lagi, berdasarkan studi 95% remaja menggunakan medsos sebagai media cyberbullying. 67% di antaranya melalui aplikasi instant messaging. 33% di antaranya adalah korban dari cyberbullying. Selain itu, Media Sosial yang telah menjadi candu dapat mengakibatkan sakaw pada penggunanya. Orang sekarang sulit hidup tanpa Media Sosial dikarenakan perasaan takut ketinggalan berita terkini, gelisah karena belum update seharian, dan bisa membebani karena saking banyaknya orang yang menghubunginya, ia harus meladeni semua satu per satu karena orang akan marah jika chatnya tidak dibalas. Hal ini dapat berakibat stres, gangguan mental, psikologis dan kesehatan jasmani.
Namun di balik semua kelemahan dalam Media Sosial, tentu ada kelebihan-kelebihan yang ditawarkannya. Antara lain lebih mudah berkomunikasi satu dengan yang lain, mendekatkan yang jauh, dan lebih mudah berinteraksi dengan orang yang kita belum kenal. Media Sosial juga terbukti dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Juga membantu orang-orang introvert dan anti sosial melatih kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Namun demikian, dampak baik bisa terwujud jika Media Sosial tidak digunakan terus menerus hingga kecanduan dan digunakan dengan bijak.
Maka dengan ini, penulis mengajak pembaca meng-uninstall aplikasi-aplikasi media sosial, instant messaging dan sejenisnya dari gadget masing-masing untuk satu minggu saja. Mulailah tinggalkan dunia maya, isi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. Anda bisa bersih-bersih rumah, mencuci barang-barang, menulis pikiran anda, membaca buku-buku sastra dan motivasi, memulai bisnis, mencoba membangun proyek bersama teman-teman, mengikuti komunitas-komunitas tertentu. Ada banyak hal di dunia ini. Sangat rugi jika hanya anda habiskan waktu di dalam kamar dengan gadget di tangan. Mulailah kegiatan-kegiatan positif. Act is better than speech and thought. Jika telah melakukannya, lihatlah bagaimana hidup anda perlahan-lahan berubah.


0 comments:
Diharapkan komentar yang membangun