[Tentang Saya] Kemampuan Superhero yang Saya Miliki
Sekali-kali saya ingin bercerita tentang saya. Tentang wajah saya yang tak pernah terlihat bersemangat. Tentang netra saya yang abnormal. Tentang kemampuan superhero yang saya miliki. Tidak lain dan tidak bukan yakni 'kemampuan' strabismus. Orang awam menyebutnya dengan "mata juling."
Strabismus adalah kondisi saat seseorang tidak dapat menyelaraskan kedua mata pada satu titik fokus. Pupil salah satu atau kedua mata dapat berbelok ke dalam, ke luar, ke atas atau ke bawah. (Strabismus.org, 2016).
Penampakan mata yang sedang dalam keadaan strabismus persis seperti ilustrasi di atas. Saya memiliki kemampuan strabismus ke luar. Mata kanan saya tidak melihat ke arah yang dilihat mata kiri saya. Kedua mata saya bisa melihat ke dua arah berlainan dalam satu waktu, sehingga gambar yang dihasilkan kedua retina saya menjadi terpisah. Fenomena ini disebut diplopia, atau penglihatan ganda, atau double vision. Berikut ilustrasi penglihatan mata saya dalam keadaan diplopia.
Strabismus biasanya tidak dapat diatur sendiri oleh penggunanya. Strabismus biasanya akan menjadi permanen, atau muncul sewaktu-waktu ketika tubuh dalam kondisi lelah. Anehnya, otot mata saya dapat sesuka hati mengatur kemampuan strabismus saya. Jadi saya bebas menggunakan teknik ini sewaktu diperlukan. Saya juga bebas mengembalikan mata ke keadaan normal. Bahkan saya bisa memindahkan bayangan suatu objek ke tempat yang diinginkan.
Dalam beberapa kasus, strabismus dapat menguntungkan bagi saya. Contohnya yaitu dulu ketika sedang menyontek dalam ujian tertulis, saya tidak perlu memutar kepala saya menghadap kertas jawaban teman. Saya cukup mengaktifkan kemampuan strabismus untuk memindahkan bayangan kertas jawaban teman ke meja saya. Hmmm... Contoh yang tidak baik.
Kasus lainnya yaitu ketika saya menemukan perempuan cantik di tempat umum. Saya dapat dengan bebas memandangnya tanpa perempuan itu tahu kalau sedang dipandang, sebab ketika saya melihat ke arah orang dalam keadaan strabismus, pupil saya yang satu akan mengarah ke arah yang lain (buan ke arah orang tersebut) sehingga orang yang sedang dilihat mengira saya sedang melihat ke arah yang lain.
![]() |
| Perempuan cantik di tempat umum |
![]() |
| Jean-Paul Sartre |
Selain itu, ketika mata saya dalam keadaan sedang diplopia, saya tidak dapat melihat ruang antara mata saya dengan objek yang saya lihat, sehingga saya tidak bisa mengira-ngira jarak antara mata saya dengan benda tersebut. Dengan kata lain, saya tidak dapat melihat suatu benda sebagai objek tiga dimensi. Hal ini dikarenakan untuk melihat objek tiga dimensi, dibutuhkan kedua mata yang bersamaan melihat ke arah objek tersebut. Kalau tidak percaya, silakan tutup salah satu mata kamu lalu cobalah tangkap benda yang dilemparkan ke arahmu, kamu tidak akan dapat mengira-ngira jarak antara matamu dengan benda yang dilempar, sehingga kamu akan merasa lebih sulit menangkapnya. Atau ketika kamu menonton film tiga dimensi, silakan tutup salah satu mata kamu. Kamu tidak akan bisa melihat gambar dalam film secara tiga dimensi, gambar dalam film akan menjadi dua dimensi.
Entah sejak kapan saya memiliki kemampuan ini. Yang saya ingat sejak saya masih berumur 7 tahun saya sudah mulai berpenglihatan ganda, dan saya baru menyadari kalau itu adalah suatu kelainan ketika berumur 12 tahun, padahal penanganan strabismus sebaiknya dilakukan sedini mungkin, paling tidak di bawah umur 9 tahun, sebab pada umur tersebut strabismus dapat disembuhkan dengan terapi tertentu. Sedangkan penanganan strabismus untuk orang dewasa seperti saya harus melalui operasi, yang biayanya tentu saja tidak murah.
Tapi sejauh ini saya masih belum merasa perlu menangani strabismus dengan serius karena memang tidak terlalu mengganggu. Mungkin di lain waktu kalau sempat saya akan berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Untuk saat ini saya cukup menganggapnya sebagai kemampuan superhero, bukan sebagai kelainan. Hoahahahaha.
Yang saya sayangkan, masih banyak orang yang making fun out of strabismus patient. Banyak penyandang strabismus yang mendapatkan julukan "si mata jereng," "si juling," "si sakaw," "si ngantukan," serta berbagai julukan negatif lainnya hanya karena mata mereka yang aneh, padahal penyandang strabismus tentu akan sakit hati ketika disebut matanya juling. Jadi sebaiknya jika ingin berkata sesuatu tentang mata mereka, gunakanlah kata "strabismus" untuk menjaga perasaan mereka.
Pesan terakhir saya, bagi penyandang strabismus maupun penyandang kelainan lain yang di mata masyarakat Indonesia merupakan aib, kamu tidak perlu malu. Anggap lah kelainanmu sebagai suatu kemampuan superhero yang diberikan khusus untuk kamu. Tetap lah bersinergi dengan siapa pun, termasuk mereka yang 'normal' untuk mewujudkan dunia yang damai.
P.S: Saya tidak tahu kepanjangan dari P.S. Ada yang tahu? Harap tulis di kolom komentar.





Hahaa nggak selamanya "kelemahan" jadi kelemahan ya.. Buktinya kamu bisa memanfaatkannya justru sangat baik. Orang yang ngga punya strabismus should be jealous:D Sukses buat kedepannya terra! Keep being you and keep being proud of yourself!
ReplyDeleteHahahahaa memanfaatkan dengan tidak baik itu namanya. Terima kasih terima kasih.
DeleteP.s = post script
ReplyDeleteHahahahaha terima kasih sudah memberi tahu saya
Delete