[SBI] Mari Coba Dengarkan Musik Indonesia!
Saya dulu berpandangan bahwa industri musik di Indonesia saat ini sedang pesakitan. Tidak ada tempat lagi untuk memperdengarkan karya musisi di televisi, karena di televisi, musisi jadi bahan olok-olokkan dan malah dipermalukan oleh para pembawa acara-yang saya juga tidak yakin mereka sebenarnya mengerti musik atau tidak. Saya tidak yakin apakah "acara musik" yang disiarkan setiap hari tiap pagi itu adalah acara musik atau acara melawak bersama-sama atau acara masak atau gameshow. Yang saya tahu unsur musiknya hampir tidak ada, lawakannya tidak lucu, bagian masaknya tidak jelas dan game-gamenya konyol. Tidak mendidik.
Saya dulu berpandangan bahwa lagu Indonesia saat ini yang benar-benar berkualitas hanya beberapa dan artisnya itu-itu saja. Paling-paling Raisa lagi, atau Afghan, Tulus, dan yang baru-baru ini muncul: Isyana Sarasvati & Teza Sumendra. Selebihnya sampah. Lagu-lagu dang dut yang dibuat hanya untuk lelucon, hanya untuk dijual, bukan untuk didengarkan.
Pandangan akan keraguan saya tentang musik Indonesia sepertinya tidak mewakilkan perasaan ratusan juta rakyat Indonesia yang memilih diam dan terima saja dengan apa yang industri musik perdengarkan untuk telinga kita.
Pandangan saya, kini, benar total. Industri musik masih sakit. Karena siapa? Karena kita sebagai konsumen. Bukan karena musisi yang malas berkarya.
Entah yang memulai siapa, tapi generasi milenial kebanyakan menilai bahwa musik dari luar negeri jauh lebih baik daripada musik di Indonesia. Serius. Saya mulai terganggu dengan musik-musik luar yang mendominasi pasar musik di Indonesia. Bukan karena nasionalisme buta, tapi faktanya, lagu-lagu dari musisi internasional tidak lebih bagus jika dihadapkan dengan lagu-lagu yang dihasilkan musisi Indonesia.
Yang saya bicarakan bukan "musisi" yang nongkrong di televisi tiap pagi. Yang saya bicarakan adalah mereka yang benar-benar musisi. Mereka yang lebih memilih tampil off air, karena musik mereka terlalu berharga untuk diinjak-injak oleh para oknum pembawa acara. Musik Indonesia lebih dari sekadar Raisa, Isyana, atau bahkan band-band legend seperti Slank, Dewa 19 dan Sheila on 7.
Kamu yang anak gigs pasti mengenal band-band seperti Efek Rumah Kaca, Barasuara, SORE, Pure Saturday, Float, Endank Soekamti serta FSTVLST. Ya. Saya bicara mengenai band indie. Mereka yang dari awal proses penggubahan lagu, rekaman, produksi hingga distribusi dibiayai dompet sendiri. Mereka yang tetap berkarya dengan idealisme, mereka yang menciptakan pasar mereka sendiri.
Jika kamu suka musik elektronik seperti yang sedang ngetrend di barat saat ini, kamu bisa coba dengarkan lagaunya Good Night Electric atau Homogenic. Bagi kamu yang suka musik 70an, bisa coba dengarkan Kelompok Penerbang Roket dan WSATCC. Yang suka lagu-lagu dengan lirik meaningful, bisa coba Dialog Dini Hari. Ada banyak duo yang keren pula di Indonesia, sebut saja Stars and Rabbit, Endah N Rhesa serta Bandaneira. Fans Oasis? Bisa coba juga dengarkan Bangkutaman dan Dojihatori. Mau lagu mendayu-dayu menenangkan jiwa, ada Payung Teduh, The Trees and The Wild, serta Answer Sheet.
Saya tidak menyuruh kamu membeli lagu originalnya, tapi saya juga tidak menyuruh untuk men-download secara ilegal juga. Semua itu kebebasan orang masing-masing. Poinnya adalah, mari kita dengarkan musik Indonesia terlepas itu legal atau tidak.
Apa untungnya buat kita dengan mendengarkan musik Indonesia?
Tentu banyak keuntungan yang kita dapatkan, salah satunya mengapresiasi karya musisi lokal. Kita juga membantu terciptanya pasar industri musik yang lebih sehat, Kenapa bisa begitu?
Pernah nggak sih kamu kepikiran kenapa pasar musik mainstream Indonesia bisa seterpuruk ini? Itu ya karena kita sebagai orang Indonesia yang lebih suka musik dari luar, maka yang membentuk permintaan pasar nasional adalah orang-orang yang kurang berpendidikan (Kenapa? Karena mereka memang tidak bisa berbahasa inggris, sehingga mereka tidak bisa menikmati musik luar), sehingga selera mereka yang jadi standar karya yang harus dipenuhi oleh musisi yang mengajukan materi lagu ke pihak label. Itu lah mengapa aliran-aliran yang tidak populer tidak akan diterima oleh label major. Sehingga band-band keren yang saya sebutkan tadi harus berkarya dengan dompet dan tenaga sendiri.
Dengan mendengarkan musik Indonesia, kita telah membantu sebuah aliran menjadi populer sehingga banyak musisi keren yang dapat diterima oleh major label dengan tetap mempertahankan idealisme mereka, sehingga kita bisa berpartisipasi dalam membangun pasar industri musik yang lebih sehat dibandingkan yang saat ini.
Sebegitu pentingnya pasar industri musik yang sehat?
“Music can change the world because it can change people.”Itu adalah kutipan dari Bono, vokalis band legendaris U2. Yup, dia benar. Somehow, musik dapat mengubah mood seseorang yang sedang bersedih kembali jadi ceria, mengembalikan energi negatif menjadi positif. Pernah membayangkan bermain video games tanpa musik atau film tanpa musik? Akan jadi sangat datar kan dinamikanya? Musik sangat berperan untuk membangun suasana dalam sebuah scene. Begitu pula membangkitkan semangat pejuang kemerdekaan dengan lagu-lagu nasionalisme. Hampir semua hal berkaitan dengan musik dan dengan menciptakan iklim industri musik yang lebih sehat, kita juga membantu menciptakan suasana di Indonesia supaya lebih kondusif untuk meningkatkan seluruh sektor pembangunan negara.
Oh ya, untuk menggambarkan kira-kira seberapa hebatnya musik indie Indonesia, mari kita lihat video di bawah. Saya selalu merinding tiap menonton video live performance kolaborasi Efek Rumah Kaca dan Barasuara ini:
Saya sendiri juga masih menggali musik-musik yang lebih keren lagi yang dihasilkan oleh tenaga dan pikiran pemuda-pemudi Indonesia.
Tunggu apa lagi? Mari coba dengarkan musik Indonesia, demi pasar musik Indonesia yang lebih sehat. Coba dulu. Saya berani jamin, tidak akan seburuk yang kamu bayangkan sebelumnya.
[Baca seri Solusi Buat Indonesia lainnya:


Thanks for the music recommendations, I especially like Efek Rumah Kaca. It's nice knowing there are still creative and artistic musicians still producing excellent musics here in Indonesia.
ReplyDeleteYep. Still, they're all rather individualistic. I think it will be nice if some indie musicians gather to create some TV programs to show their works there. That will make much better music market for indies. But to think that many of them are idealists, it will be difficult to unite their ideas&thoughts, so it's highly unlikely. Thanks for the comment anyway.
DeleteIjin share Ter
ReplyDeleteYoi mas, terima kasih :)
Delete