Hidup di Negara Berkembang Lebih Menyenangkan
Banyak sekali orang Indonesia yang tidak menyukai tinggal di Indonesia. Di sini, hampir semuanya bermasalah. Antri di SPBU saja diserobot, anak perempuan berjalan kaki sendirian saja diperkosa, naik sepeda disilet, naik motor dibacok, naik mobil kaca jendelanya dipecah lalu barang-barangnya diambil, naik bus dicopet, naik kereta ditipu, naik pesawat delay karena menunggu anggota dewan yang terlambat, makan gorengan 1 tidak disebutkan, makan kerupuk 2 bilang 1, artis idola merilis album baru, minta link download-nya, ada sampah terpampang nyata di depan mata, ikut-ikutan buang sampah. Hm.
Itu masih masalah yang lingkupnya mikro. Belum lagi masalah makro seperti praktik KKN, pengangguran, pendidikan, lingkungan, pertumbuhan penduduk, tingkat kesehatan, angka kemiskinan, tingkat kesejahteraan, persebaran penduduk dan segala jenis permasalahan makro lainnya.
Kebanyakan orang Indonesia mendambakan hidup di negara maju yang hanya memiliki sedikit masalah, pemerintahan berjalan dengan baik, hukum ditegakkan dengan semestinya, dan segala keungulan yang negara maju tawarkan. Itu tidak ada salahnya, sangat wajar kita berpikiran seperti itu. Saya pun sempat berpikiran demikian.
Padahal faktanya, negara berkembang lebih kondusif untuk diperjuangkan. Ya, di negara maju, tidak ada lagi yang perlu diperjuangkan. Karena pendahulu mereka sudah memperjuangkannya dan sekarang masyarakat negara maju tinggal melanjutkan yang sudah ada.
Saya pernah mengikuti program pertukaran pelajar singkat di Australia, saya sebelumnya mengira kehidupan di sana sangat menyenangkan, semua orang hidup dengan tenang, aman, damai, dan tentram. Tapi dugaan saya ternyata..... Benar! Hampir tidak ada orang yang miskin selama saya di sana. Jika ada, itu bisa dihitung dengan jari. Mereka hidup mapan, aman, tentram, damai, tapi membosankan! Serius, jika diberi kesempatan tinggal di sana saya tidak akan tahan berlama-lama. Di negara maju tidak ada celah untuk berkreasi, karena mereka sudah kreatif. Tidak ada celah untuk berjuang menggerakkan massa, menegakkan demokrasi, karena di sana memang sudah tegak. Tidak ada celah untuk menyuarakan kampanye tentang lingkungan dan kemanusiaan, karena simply, lingkungan mereka sudah cukup tertata dan mereka sudah manusia.
Kondisinya sangat berbeda dengan di Indonesia. Kita punya banyak sekali ruang untuk bersuara, kita punya banyak sekali kerusakan yang harus diperbaiki, kita punya banyak sumpah serapah yang kapan saja siap dihantamkan ke wajah para anggota dewan. Masalah di Indonesia yang melimpah sangat membantu untuk menghidupkan ketidakpuasan. Banyaknya masalah di Indonesia justru dapat membangkitkan ide-ide gila, konsep-konsep baru, gagasan-gagasan yang belum pernah ada sebelumnya, inovasi-inovasi kreatif serta solusi.
Sebaliknya tidak banyak yang bisa diperjuangkan di negara maju, paling-paling hanya pemberantasan terorisme, diskriminasi ras serta diskriminasi gender. Selebihnya tidak ada, karena negara maju sudah cukup nyaman untuk ditinggali. Orang-orang yang tinggal di negara maju sudah tidak memiliki tujuan lagi, mereka hanya hidup sekadarnya, bekerja, bersenang-senang, lalu mati, sebab di negara maju tidak banyak masalah yang harus diselesaikan. Jika tidak ada masalah maka kita tidak dapat menemukan solusi. Sedangkan kita di Indonesia masih punya tujuan, yaitu untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Semakin banyak masalah yang harus diselesaikan, ruang untuk bergerak dan berinovasi semakin terbuka lebar.
Semua bergantung dari perspektifnya ya. Saya memandang artikel ini dari mata seorang radikal dan provokatif. Jika mata Anda berseberangan pemikiran dengan mata saya maka wajar jika Anda tidak setuju, tantang saja pendapat saya di kolom komentar!
Pesan penulis: Artikel ini diinspirasikan oleh seseorang yang melarang saya berencana tinggal di Jepang saat tua nanti. “Daripada berencana pindah ke negara yang sudah maju, mengapa tidak berencana mengubah Indonesia menjadi negara maju?” Kata dia.


saat Anda tua nanti, Indonesia bisa saja sudah maju bung. Jadi sah-sah saja kalau mau pindah ke negara berkembang lainnya. Itu pun kalau idealisme Anda masih seperti yang ada di artikel ini :D
ReplyDeleteThat's not the point bung. Artikel ini membicarakan tentang orang-orang yang menyerah tinggal di sini dan memilih pindah kewarganegaraan. Bukannya memilih tetap tinggal dan berusaha memajukan Indonesia. Makanya saya berusaha meyakinkan bahwa tinggal di sini lebih menyenangkan daripada di negara maju, sebab masih ada yang bisa diperjuangkan, masih banyak permasalahan yang dihadapi negara ini dan kita sebagai warga negara turut bertanggung jawab menyelesaikannya, bukannya lari ke negara maju untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, tapi memajukan Indonesia untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
DeleteAnyway terima kasih sudah comment :)