Solusi Buat Indonesia: Memberdayakan Menyontek
Menyontek selalu dianggap suatu perbuatan asusila oleh masyarakat,
padahal terdapat banyak sisi positif dari perbuatan menyontek. Saya akan
menyampaikan pandangan saya tentang menyontek dari point of view yang lebih
positif. Saya tahu akan banyak yang tidak sependapat dengan saya, jadi feel free to discuss on the comment section.
Menyontek adalah seni karena untuk dapat menyontek
diperlukan setidaknya kreativitas tinggi serta kemampuan stealth, vision dan agility.
Kita harus kreatif untuk memanipulasi karya yang kita sontek supaya terlihat
sedikit berbeda dan tampak seperti karya asli buatan kita, dan kita harus
pandai bergerak secara sembunyi-sembunyi, gesit, dengan penglihatan yang awas
ketika menyontek di saat ulangan.
Area yang akan saya bahas bukan soal menyontek ketika
ulangan, karena itu menyoal moral dan integritas masing-masing pribadi. Area
yang akan saya bahas dalam tulisan ini yaitu menyontek karya orang lain.
Anggapan menyontek adalah perbuatan asusila, in my humble opinion kini sudah tidak
relevan lagi, sebab sekarang hampir tidak ada hasil peradaban manusia yang bukan
merupakan hasil menyontek, contohnya, just
to mention, di Indonesia gaya berpakaian, makanan, rumah tinggal, gaya
hidup, semuanya adalah hasil dari menyontek negara lain. Negara lain juga pasti
menyontek negara-negara lainnya, dan negara-negara lainnya juga menyontek
negara-negara yang lainnya lagi. Namun demikian, ironisnya, menyontek dalam
pandangan yang amat sempit malah dijadikan kambing hitam atas jatuhnya moral
manusia.
Dalam sistem perubahan sosial, kita mengenal adanya
temuan-temuan baru yang dibagi menjadi 3 jenis, antara lain discovery, invention dan innovation. Satu-satunya jenis temuan
baru yang bukan merupakan hasil menyontek adalah discovery, karena bisa
dipastikan sebelumnya belum pernah ada orang yang menemukan temuan tersebut,
jumlah discovery tersebut sangat sedikit, dan kebanyakan penemuan saat ini adalah
invention, yaitu memodifikasi temuan yang sudah ada, itu artinya, sedikit
banyak inventor juga menyontek dari temuan-temuan dan karya-karya yang pernah
ada, begitupula dengan innovaton.
Menyontek memang telah membudaya di Indonesia, dan menurut
saya itu adalah hal positif. Bisa jadi memang kepribadian bangsa Indonesia
adalah penyontek. Bisa jadi, menyontek
adalah bakat alamiah orang Indonesia dan anugerah yang paling besar bagi bangsa
Indonesia.
Menyontek sama saja dengan senjata, tidak berbahaya. Yang
berbahaya adalah manusia yang menggunakan kemampuan menyontek untuk hal yang
tidak seharusnya dilakukan. Yang jadi masalah adalah mengapa dan bagaimana cara
menyontek. Kita harus tahu tujuan kita menyontek dan kita harus mencari momen
yang tepat untuk menyontek, jika suatu karya tidak memiliki hak cipta, maka
sontek saja hak cipta tersebut. Menyontek tidak dibenarkan ketika momennya
kurang tepat.
Bayangkan jika Indonesia dapat menyontek sistem pendidikan di Finlandia, bayangkan jika Indonesa mampu menyontek teknologi buatan Jepang, bayangkan jika Indonesia mampu menyontek program anti korupsi yang diterapkan di Cina.
Bayangkan jika Indonesia dapat menyontek sistem pendidikan di Finlandia, bayangkan jika Indonesa mampu menyontek teknologi buatan Jepang, bayangkan jika Indonesia mampu menyontek program anti korupsi yang diterapkan di Cina.
Solusinya bukan
dengan menghilangkan menyontek, tetapi dengan memberdayakan kegiatan menyontek.
Untuk menambah skill siswa Indonesia dalam menyontek, dapat
dilakukan melalui pelatihan dan workshop menyontek, atau cara yang lebih keren
lagi, mengadakan olimpiade dengan soal yang harus dipecahkan oleh banyak orang,
sehingga peserta harus menyontek, lalu di sekolah, dapat diterapkan Ulangan in
group, artinya ulangan dilakukan secara berkelompok, sehingga akan menumbuhkan
rasa solidaritas dan mengurangi sikap individualisme dan egoisme.
[Baca seri Solusi Buat Indonesia lainnya:


0 comments:
Diharapkan komentar yang membangun