Solusi Buat Indonesia: Memberdayakan Menyontek

7:17 AM Terra Qoriawan 0 Comments

pendidikan, menyontek

Menyontek selalu dianggap suatu perbuatan asusila oleh masyarakat, padahal terdapat banyak sisi positif dari perbuatan menyontek. Saya akan menyampaikan pandangan saya tentang menyontek dari point of view yang lebih positif. Saya tahu akan banyak yang tidak sependapat dengan saya, jadi feel free to discuss on the comment section.

Menyontek adalah seni karena untuk dapat menyontek diperlukan setidaknya kreativitas tinggi serta kemampuan stealth, vision dan agility. Kita harus kreatif untuk memanipulasi karya yang kita sontek supaya terlihat sedikit berbeda dan tampak seperti karya asli buatan kita, dan kita harus pandai bergerak secara sembunyi-sembunyi, gesit, dengan penglihatan yang awas ketika menyontek di saat ulangan.

Area yang akan saya bahas bukan soal menyontek ketika ulangan, karena itu menyoal moral dan integritas masing-masing pribadi. Area yang akan saya bahas dalam tulisan ini yaitu menyontek karya orang lain.

Anggapan menyontek adalah perbuatan asusila, in my humble opinion kini sudah tidak relevan lagi, sebab sekarang hampir tidak ada hasil peradaban manusia yang bukan merupakan hasil menyontek, contohnya, just to mention, di Indonesia gaya berpakaian, makanan, rumah tinggal, gaya hidup, semuanya adalah hasil dari menyontek negara lain. Negara lain juga pasti menyontek negara-negara lainnya, dan negara-negara lainnya juga menyontek negara-negara yang lainnya lagi. Namun demikian, ironisnya, menyontek dalam pandangan yang amat sempit malah dijadikan kambing hitam atas jatuhnya moral manusia.

Dalam sistem perubahan sosial, kita mengenal adanya temuan-temuan baru yang dibagi menjadi 3 jenis, antara lain discovery, invention dan innovation. Satu-satunya jenis temuan baru yang bukan merupakan hasil menyontek adalah discovery, karena bisa dipastikan sebelumnya belum pernah ada orang yang menemukan temuan tersebut, jumlah discovery tersebut sangat sedikit, dan kebanyakan penemuan saat ini adalah invention, yaitu memodifikasi temuan yang sudah ada, itu artinya, sedikit banyak inventor juga menyontek dari temuan-temuan dan karya-karya yang pernah ada, begitupula dengan innovaton.

Menyontek memang telah membudaya di Indonesia, dan menurut saya itu adalah hal positif. Bisa jadi memang kepribadian bangsa Indonesia adalah penyontek. Bisa jadi, menyontek adalah bakat alamiah orang Indonesia dan anugerah yang paling besar bagi bangsa Indonesia.

Menyontek sama saja dengan senjata, tidak berbahaya. Yang berbahaya adalah manusia yang menggunakan kemampuan menyontek untuk hal yang tidak seharusnya dilakukan. Yang jadi masalah adalah mengapa dan bagaimana cara menyontek. Kita harus tahu tujuan kita menyontek dan kita harus mencari momen yang tepat untuk menyontek, jika suatu karya tidak memiliki hak cipta, maka sontek saja hak cipta tersebut. Menyontek tidak dibenarkan ketika momennya kurang tepat.

Bayangkan jika Indonesia dapat menyontek sistem pendidikan di Finlandia, bayangkan jika Indonesa mampu menyontek teknologi buatan Jepang, bayangkan jika Indonesia mampu menyontek program anti korupsi yang diterapkan di Cina.

Solusinya bukan dengan menghilangkan menyontek, tetapi dengan memberdayakan kegiatan menyontek.

Untuk menambah skill siswa Indonesia dalam menyontek, dapat dilakukan melalui pelatihan dan workshop menyontek, atau cara yang lebih keren lagi, mengadakan olimpiade dengan soal yang harus dipecahkan oleh banyak orang, sehingga peserta harus menyontek, lalu di sekolah, dapat diterapkan Ulangan in group, artinya ulangan dilakukan secara berkelompok, sehingga akan menumbuhkan rasa solidaritas dan mengurangi sikap individualisme dan egoisme.

0 comments:

Diharapkan komentar yang membangun