Jangan Tanyakan Apa yang Bisa Negara Berikan untuk Anda

11:54 AM Terra Qoriawan 0 Comments

STAN

Beberapa waktu lalu saya membaca dua buku yang ditulis oleh Robert T. Kiyosaki, Rich Dad Poor Dad dan Why “A” Students Work for “C” Students, tentu saja those books aren’t my things, terbiasa dengan pustaka marxisme dan nasionalisme, kedua buku tersebut agak mengguncang idealisme saya karena merupakan buku kapitalis murni, walaupun akhirnya masing-masing hanya setengah terbaca. – karena tidak familiar dengan kosakatanya, terlalu banyak kosakata ekonomi teknis yang belum pernah saya dengar sebelumnya. He he he.

Namun demikian, setidaknya buku tersebut lumayan berhasil mengubah cara pandang saya mengenai kapitalisme. Sama dengan komunisme murni, kapitalisme juga punya misi yang sangat mulia bagi kemanusiaan, yaitu harmoni dalam perbedaan, kesejahteraan, berbagi dengan menjadi philantropist, dan yang lumayan mengejutkan buat saya yaitu berkontribusi pada negara, ya, di balik keangkuhan kaum borjuis, terdapat sisi terangnya, yakni membantu membangun perekonomian negara. Saya kini meyakini bahwa baik paham kapitalisme maupun komunisme adalah mulia, yang jahat dan tamak yakni penganut manusianya.

Satu kutipan di dalam kedua buku tersebut yang paling nyangkut di otak saya yaitu “Jangan tanyakan apa yang bisa negara berikan untuk anda, tanyakan pada diri anda apa yang bisa anda berikan untuk negara”. Menurut saya, quote tersebut sangat relevan dengan keadaan lingkungan saya saat ini. Kutipan tersebut merepresentasikan kebimbangan kami, pelajar kelas XII SMA, yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Saya termasuk orang yang menentang pemikiran orang-orang yang menganggap untuk hidup enak, kita hanya perlu menjadi PNS. Saya juga heran dengan data peserta ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), yang mencapai 100.000 peserta, padahal tempat yang tersedia hanya untuk sekitar 3.000 hingga 4.000 mahasiswa. Data tersebut dengan sangat jelas mengilustrasikan masalah pokok pemuda Indonesia: mempertanyakan apa yang bisa negara berikan untuk mereka.

Sejak lama saya selalu bertanya pada diri saya, apakah sebegitu sempitnya bumi di era globalisasi kini? Apakah cara meraih sukses hanya dengan bersekolah di STAN? Apakah cara merengkuh harta dan kenikmatan dunia hanya dengan bekerja di BUMN? Apakah sebegitu miskinnya kita sehingga harus terus mengemis pada negara? Meminta-minta apa yang kita anggap sebagai hak warganegara kita, namun kewajiban kita pada negara saja tidak pernah kita lakukan?

Dunia tidak sesempit itu broo, masih banyak sekali bidang yang kurang diminati di Indonesia, padahal potensinya sangat besar, contohnya bidang agrikultur, Anda bisa buat rice code yang sedang viral di Jepang ini.

rice code
Iya, ini semuanya padi
Bidang teknik mesin, kalau anda tidak mau kejadian mobil nasional Esemka yang tergantikan Proton terulang kembali, buatlah mobil, tidak harus yang bagus, tapi buatlah yang berbeda, misalnya mobil tanpa roda.

mobil
Tanpa roda menn
Bidang seni musik juga bisa membuat terobosan baru untuk menyelamatkan industri musik Indonesia yang kini sedang pesakitan, misalnya buat silent concert, sebuah konser yang hening, iya hening, tiap penonton akan diberikan Headphone untuk mendengarkan musik yang dimainkan oleh sang performer.

silent concert
Bayangkan nonton konser pakai headphone
Yang pasti follow your passion yah.

Semua kembali pada keinginan masing-masing ya, semua orang punya kepribadian yang berbeda-beda, yang pasti ingat cita-cita Anda semasa kecil dulu, seingat saya waktu saya SD kelas 1, cita-cita teman-teman saya antara lain menjadi astronaut, dokter, pilot dan insinyur, tidak ada ya yang ingin jadi pegawai pajak atau notaris. Jadi bersyukurlah kalau anda pernah ditolak masuk Sekolah Tinggi milik pemerintah atau gagal dalam tes CPNS, itu menandakan bahwa Anda terlalu berharga untuk sekedar duduk-duduk santai di kantor sambil mengopi dan merokok, menyuruh-nyuruh bawahan Anda melaksanakan semua tugas Anda dan memakan gaji buta dari uang rakyat, itu berarti Anda masih punya kesempatan untuk mewujudkan cita-cita Anda saat SD kelas 1 dahulu.

Yang harus Anda lakukan sekarang yaitu mencari tantangan yang jauh lebih besar dan lebih mulia di luar sana untuk berkontribusi kepada negara. Ini lah saat yang paling tepat untuk bertanya kepada diri Anda, “Apa yang bisa saya berikan untuk Negara?”

0 comments:

Diharapkan komentar yang membangun