Jangan Mengemis Pada Negara!

9:00 PM Terra Qoriawan 0 Comments



Lebih baik tangan di atas daripada tangan dibawah. Pepatah tersebut sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Terutama masyarakat yang agamanya mengajarkan senantiasa bersedekah.

Baru tadi siang saya mendengar khutbah Jumat yang membahas mengenai sedekah. Menurut pembicara, sedekah dengan kebaikan tertinggi adalah yang pertama sedekah pada keluarga, yang kedua dan seterusnya pada orang lain.

Menurut saya poin kedua adalah sedekah untuk negara. Negara tanah air yang ngakunya anda cintai dan anda banggakan karena kekayaan alamnya yang berlimpah. Walau kita tidak bisa mengolahnya dan harus menelan ludah melihat perusahaan-perusahaan asing mengolah bahan alam kita lalu menjualnya kepada kita pula.

Sedekah untuk negara bisa melalui banyak sekali hal. Contohnya jadi volunteer pengajar di daerah terpencil, dengan taat membayar pajak, mengikuti gerakan-gerakan pemuda, menjadi aktivis lingkungan atau berkontribusi menulis di halaman blog anda tentang pembangunan Indonesia. Contoh yang lebih kecil lagi yaitu JANGAN MENGEMIS PADA NEGARA!

Yang saya maksud mengemis pada negara adalah meminta-minta pada pemerintah untuk menurunkan harga bahan bakar, pemberian sembako gratis, pemberian tunjangan dan sebagainya apapun namanya.

Biarlah kita bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Kalau sembako dan tunjangan itu diberikan untuk konsumsi perlahan-lahan uang negara akan habis, kalau kita melulu berkonsumsi, kapan kita bisa berswasembada pangan? Kapan lahan-lahan di sekitar kita ini bisa kita olah sendiri?

Kita tidak bisa bergantung pada Negara, demi pendapatan per kapita naik kita harus berproduksi. Harus kreatif jangan melulu cari kerja. Buat lapangan kerja! Jangan melulu ingin jadi PNS hanya supaya dapat tunjangan lebih besar. Jangan bisanya hanya mengritik pemerintah karena harga bbm naik, padahal mereka sendiri tidak mau membeli pertamax, mereka maunya membeli premium, padahal bermobil pribadi!

Masih masalah kenaikan harga BBM ini, kenaikan harga sebesar 500 rupiah saja demonya lebay maximal. Padahal rata-rata orang sekarang punya handphone dan motor sendiri-sendiri. Lucu jika tidak bisa membeli bahan bakar yang harganya hanya terpaut 500 rupiah. Malu sama negara! Negara tanah airmu nak. Kamu seharusnya menyumbangkan jiwa dan ragamu mengabdi pada negara. Negara bukan untuk dipelorotin rakyatnya.

0 comments:

Diharapkan komentar yang membangun