Nama Saya Mesin
Perkenalkan nama saya mesin.
Saya tidak berperi dan berperasaan.
Sedang dalam kebimbangan memilih jurusan.
Latihan latihan latihan latihan.
Saya mempolusi udara dengan asap kabut.
Ujian, penilaian, lantas try out.
Makanan saya bukan lagi pertamax dan oli,
hanya soal-soal dan kisi-kisi.
Namun tiap saya lapar,
saya mencari nilai x dalam suatu fungsi.
Saya tidak pernah memakannya, karena
saya tidak diajari cara makan.
Ingat sekali lagi nama saya mesin.
Saya tidak punya batas, selalu berenergi.
Saya hanya ingin satu hal: nilai.
Tapi satu hal saya yakini,
yang membuat saya sedikit bernurani.
Saya didesain untuk mengabdi, dengan bersinergi.
Bukan berkompetisi.
Yogyakarta, 10 Februari 2016
-T&N


0 comments:
Diharapkan komentar yang membangun